Saturday, 25 October 2014

25 September, Advan Siap Luncurkan Tablet Berbasis Windows

Advan, perusahaan gadget lokal tengah mempersiapkan peluncuran tablet seri Windows 8.1. Bila tidak ada perubahan, Advan akan meluncurkan pada 25 September ini.
25 September, Advan Siap Luncurkan Tablet Berbasis Windows

“Iya, kita sedang persiapkan (peluncuran Tablet Windows PC). Dalam waktu dekat ini,” kata Product Marketing  Advan, Hulaesudin kepada, Sabtu (20/9/2014). “Pastinya sekitar tanggal 25 ini (September), bila tidak ada perubahan,” ujarnya lagi.

Rencananya, lanjut Hulaesudin, bukan hanya satu tablet, tetapi dua yang akan segera diperkenalkan ke 
publik Tanah Air. Harga yang ditawarkan pun menyasar kelas menengah dengan kisaran Rp2 jutaan.

“Menurut saya, dengan ukuran layar 8 dan 10 inci, ditambah dengan fitur dan spesifikasi yang mumpuni, harga di kisaran itu (Rp2 jutaan) relatif terjangkau,” jelasnya.

Perusahaan berharap, dengan kehadiran tablet baru ini, mampu merebut pasar lokal  hingga mencapai 40 persen. Apalagi saat ini, pengguna tablet di Indonesia cukup mendominasi, dan rata-rata mereka adalah produk migrasi dari laptop. 

Monday, 20 October 2014

Galaxy S5 Terjual Satu Juta Unit

Samsung mengapalkan sedikitnya 35 juta unit smartphone Galaxy S5 tahun ini. Di Jerman, handset Galaxy S-series terbaru ini telah terjual sebanyak satu juta unit.
Galaxy S5 Terjual Satu Juta Unit

Dilansir Ubergizmo, Senin (22/9/2014), Samsung Jerman mengungkap pencapaian mereka yang telah berhasil menjual satu juta unit Galaxy S5. Kabarnya, perusahaan yang berkantor pusat di Korea Selatan ini telah mengapalkan 10 juta unit dalam waktu satu bulan di Jerman.

Meskipun demikian, angka pengapalan berbeda dengan angka penjualan. Perusahaan yang mengapalkan smartphone dalam jumlah besar sudah memprediksi bahwa ada permintaan yang besar di negara tersebut.

Handset Galaxy S5 dengan layar 5,1 inci memiliki resolusi 1920x1080 piksel. Smartphone dengan prosesor Snapdragon 801 (quad-core) 2.5GHz ini dibekali kamera 16MP.

Samsung menyematkan kapasitas baterai 2800 mAh pada Galaxy S5 yang didukung kapasitas storage maksimal sebesar 160GB. Smartphone dengan RAM 2GB ini dijual seharga USD590.

Samsung kabarnya akan menghadirkan OS Android L untuk Galaxy S5 dan Galaxy Note 4. Kedua handset tersebut akan mendapatkan update Android L di akhir November atau awal Desember.

Wednesday, 15 October 2014

Asiafone, Smartphone Android Murah Banjiri Pasar Indonesia

Asiafone smartphone  kembali meluncurkan produk andalannya. Tidak hanya satu, Asiafone langsung membanjiri pasar dengan tiga produk terbarunya. Tiga produk ini akan mengisi segmentasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini di pasar.
Asiafone, Smartphone Android Murah Banjiri Pasar Indonesia

Herman Zhou, Direktur Utama  Asiafone menyatakan, keyakinannya ketiga produk tersebut dari diterima positif pasar Tanah Air. “Selain itu, ketiga produk ini pun akan semakin memperkuat positioning di pasar dan dikenal dengan tagline Asiafone Smartphone,” ujar Herman Zhou, Direktur Utama Asiafone menjelaskan.  

Dari ketiga produk Smartphone, Asiafone mensasar segmen harga  di bawah  harga Rp1 juta. Sesuai dengan daya beli masyarakat Indonesia, yang sangat menyukai produk murah berkualitas tinggi. Ketiga produk tersebut diantaranya.

Asiafone Oscar

Asiafone Oscar, adalah produk yang mensasar para profesional muda yang dinamis dengan kegiatan keseharian yang padat. Dukungan prosessor Quadcore 1.2Ghz, ROM 4GB dan RAM 512MB. Operating sistem yang sudah digunakan pun yang terkini yakni Android 4.4 KitKat. 

Ponsel ini didukung kamera dengan resolusi 8 megapiksel. Jika ingin berselfie ria pun tidak masalah karena kamera depan memiliki resolusi 2 megapiksel. Pada fitur kamera ini juga disediakan fasilitas Cheese Click,  trigger kamera dengan perintah suara.

Asiafone Oscar ini sudah menggunakan teknologi layar IPS seluas 5 inchi. Smartphone ini pun sudah mendukung Miracast Display. Sebuah teknologi wireless display yang dapat berkoneksi dengan LED TV dengan bantuan WiFi. Terlebih, semua kecanggihan pada Asiafone Oscar ini dapat diperoleh dengan harga sangat terjangkau. Hanya Rp900 ribuan saja. 

Asiafone PeacockModelnya menarik, dengan layar  4 inchi, sehingga bentuk smartphone ini tidak terlalu besar dan sangat nyaman untuk dibawa. Terlebih ada dukungan dari Android Jelly Bean 4.2.2 yang dilengkapi dengan prosesor Dual Core 1.2 Ghz. Asiafone Peacok ini juga sudah mampu beroperasi dijaringan HSPA+. Tak heran, Performance dari smartphone ini pun dapat diandalkan dalam berbagai jenis kegiatan. 

Jika membutuhkan kamera, smartphone ini sudah dilengkapi dengan kamera utama dengan resolusi 5 megapiksel. Sedangkan untuk kamera depan dapat digunakan untuk foto diri atau selfie dan menghasilkan foto yang tidak mengecewakan karena sudah menggunakan kamera dengan resolusi 2 megapiksel. 

Harga dari Asiafone Peacock ini pun sangat terjangkau. Hanya dengan harga Rp.600 ribuan, Anda sudah dapat memaksimalkan smartphone yang berdesain cantik ini. 

Asiafone Scorpion Asiafone Scorpion, mensasar konsumen yang ingin menginginkan Smartphone Android yang murah meriah, hanya dengan Rp 400 ribuan. Smartphone ini cocok bagi konsumen yang ingin belajar menggunakan smartphone dan  belum terbiasa dengan layar sentuh. Itu sebabnya, keypad bersusun QWERTY tetap dipertahankan pada smartphone ini. Selain layar sentuh yang juga tersedia dalam Scorpion. 

Asiafone Scorpion sudah dilengkapi dengan operating system Android Jelly Bean 4.2.2 dengan prosesor Dual core, ROM 4GB dan RAM 512MB. Hal ini akan membuat setiap kegiatan menggunakan smartphone ini akan terasa nyaman. Terlebih, Asiafone Scorpion ini juga sudah dibenamkan layar 3.5 inchi yang membuat Anda sesekali dapat memanfaatkan kegiatan dengan menyentuhnya. 

Untuk kenyamanan para pengguna, Asiafone memiliki jaringan service center yang bukan sekedar pick up point  saja tetapi dapat langsung menangani masalah yang konsumen hadapi dengan smartphone Asiafone nya.

Friday, 10 October 2014

Motorola Bakal Bikin Smartwatch Berlapis Emas

Motorola Moto 360 diklaim sebagai smartwatch paling atraktif, yang tersedia saat ini. Penggemar Moto 360 mengungkap, smartwatch buatan Motorola ini menang soal gaya dibandingkan Apple Watch.
Motorola Bakal Bikin Smartwatch Berlapis Emas

Moto 360 hanya tampil dengan warna perak dan hitam, sementara Apple akan menyediakan smartwatch-nya yang dilapisi dengan emas. Motorola tampak tidak ingin kalah dengan Apple, di mana merek tersebut dikabarkan bekerja untuk membuat Moto 360 yang dilapisi dengan emas.

Gambar yang bisa ditemukan pada website resmi Motorola dan dilaporkan Android Police ini menunjukkan Moto 360 dengan chassis emas. Gambar tersebut menunjukkan Moto 360 yang terbuat dari bahan emas atau berlapis emas.

"Meskipun kami tidak bisa berkomentar (bahan) emas secara spesifik, kami selalu mengeksplorasi bahan-bahan baru dan kami berniat untuk memberikan Moto 360 dalam sebuah pilihan gaya di masa depan," jelas Motorola, seperti dilansir Expertreviews, Senin (22/9/2014).

Tampaknya, Motorola menyiapkan Moto 360 berlapis emas untuk menandingi edisi khusus Apple Watch yang menggunakan emas 18 karat. Moto 360 versi orinisil dengan besi stainless kabarnya akan dijual beberapa pekan ke depan di Inggris dengan banderol 199,99 poundsterling atau sekira Rp3,7 jutaan.

Sunday, 5 October 2014

Smartwatch Samsung Terbaru Hadang Apple Watch

Salah satu fitur Apple Watch ialah memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran secara mobile (mobile payments) melalui fitur Appe Pay. Samsung kabarnya meniru langkah Apple dengan menyediakan fitur serupa, mobile payments melalui perangkat smartwatch terbaru buatannya.
Smartwatch Samsung Terbaru Hadang Apple Watch

Dilansir Ubergizmo, Senin (22/9/2014), fitur mobile payments danfingerprint authentication pada smartwatch terbaru bikinan Samsung masih sebatas rumor. Menurut laporan dari Business Korea, mengutip pejabat Samsung yang mengklaim bahwa Samsung bekerja untuk produk smartwatch terbaru.

Smartwatch atau jam tangan pintar ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran mobile. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga akan mengintegrasikan otentikasi sidik jari atau fingerprint authentication, yang membuat smartwatch memiliki fitur keamanan yang baik.

Belum diketahui seperti apa inovasi yang diciptakan oleh Samsung pada jam tangan pintar terbarunya. Bila melihat pada Apple, perusahaan asal Cupertino tersebut menyematkan fitur otentikasi pengguna melalui sensor yang terletak di bawah perangkat.

Sensor akan kontak langsung dengan kulit penggunanya. Selama smartwatch masih dikenakan, maka pengguna bisa melakukan pembayaran mobile. Namun, bila smartwatch dilepas, maka pengguna harus melakukan log-in kembali untuk proses 're-authenticate'.

Smartwatch terbaru buatan Samsung ini diharapkan hadir pada event Mobile World Congress (MWC) 2015. Jam tangan pintar itu disebut-sebut menjadi pesaing terkuat bagi Apple Watch.

Friday, 3 October 2014

Sony Anggap Ponsel Entry Level Bukan Saingan

Sony Mobile Communication mengaku tidak khawatir terhadap pesatnya pertumbuhan ponsel entry level keluaran lokal maupun China yang membanjiri pasar di Indonesia. 
Sony Anggap Ponsel Entry Level Bukan Saingan

John Featherstone, Vice President, South East Asia & Oceania Sony Mobile Communications mengatakan, Sony punya produk dengan kualitas yang mumpuni, sehingga bila dihadapkan pada persaingan dengan perusahaan yang mengeluarkan produk entry level bukan sesuatu yang dikhawatirkan.

Selain itu, Sony merupakan perusahaan konten besar yang handal dalam digital imaging, yang memiliki kehebatan dalam gaming dan audio. “Bila harus perang dengan pabrikan entry level bukanlah sesuatu yang ingin kami lakukan,” kata John Featherstone menjawab pertanyaan wartawan di Singapura, beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, bila Sony harus bersaing dengan produk entry level,  sama saja Sony tidak dapat mengantarkan pengalaman-pengalaman hebat yang dimiliki kepada pelanggan. “Artinya, itu sama saja, menjauhkan kami dari apa yang kami janjikan kepada konsumen selama ini,” jelasnya. 

Jason Smith, Director & Market Head Sony Mobile Communications Indonesia mengatakan bahwa hal terpenting dalam menghadirkan sebuah produk adalah pengalaman dan kualitas. 

“Dalam hal ini, jelas sekali bahwa Sony tidak ingin bertarung dengan merek entry level, karena walaupun memiliki harga yang murah, pengalaman apa yang mereka dapatkan,?” ujarnya.

Smith mengatakan bahwa Sony memiliki teknologi terbaik di bidang TV dan kamera, memiliki masa hidup baterai yang menakjubkan. Sony juga memiliki semua teknologi yang tidak dimiliki merek lain, sehingga dapat menciptakan sebuah pengalaman yang hanya dapat dinikmati dalam ponsel Sony. “Itulah bagaimana kami berbeda dari yang lainnya,” tuturnya. 

Wednesday, 1 October 2014

Sony Tak Tertarik Bikin Ponsel Harga Rp1 Jutaan

Sony mobile sebagai perusahaan elektronik terbesar di Jepang, menyatakan tetap akan menjadi produsen ponsel dengan harga premium yang mengutamakan kualitas mumpuni, ketimbang harus ikut-ikutan bermain di level entry. 
Sony Tak Tertarik Bikin Ponsel Harga Rp1 Jutaan

Diakui Chang Seng Hock, Marketing Director, South East Asia & Oceania Sony Mobile Communications bahwa gadget dengan kisaran harga USD100 (sekira Rp1 jutaan) sangat populer di Indonesia, tetapi itu bukan mainannya Sony untuk meluncurkan produk di kategori yang sama.

“Saat ini kami tidak memiliki rencana itu (membuat ponsel murah). Dan kami juga tidak dapat membeberkan rencana kami di masa depan,” kata Chang Seng Hock dihadapan sejumlah wartawan Indonesia di Singapura. 

Meski tidak bermain di level itu, Sony menciptakan fitur dan smartphone yang tepat dan menawarkan dalam preposisi harga terbaik. “Kami tidak menciptakan produk berdasarkan harga, namun apa yang diinginkan oleh konsumen dan apa yang dapat diberikan oleh Sony untuk meningkatkan pengalaman dan hidup Anda,” jelasnya.
 
Sony selalu memberikan pengalaman terbaiknya dengan menghadirkan berbagai produk unggulan, seperti Xperia C3, sebuah PROselfie smartphone yang baru saja diluncurkan di Indonesia dan negara lainnya. 

Xperia C3 didesain khusus untuk negara-negara di mana selfie menjadi sebuah tren. “Kami sangat mengutamakan penggunaan, apa yang diinginkan oleh para konsumen, kemudian kami menciptakan fitur dan smartphone yang tepat,” 

Sementara, John Featherstone, Vice President, South East Asia & Oceania Sony Mobile Communications menyatakan, Somy harus menjadi diri sendiri, berbeda dari yang lainnya. 

“Di masa lalu orang bertanya ke pada kami mengenai merek-merek lainnya. Merek ini melakukan itu, mereka akan meluncurkan produk ini, apa yang akan Anda lakukan? Jawaban saya adalah, kami harus menunjukkan kekuatan kami. Hanya itu yang dapat kami lakukan.” Jelas John Featherstone.